Arus Publik

Fenomena Pagar Bolong Stasiun Jatinegara: Warga Nekat Terobos Lubang Demi Hindari JPO

1 minggu yang lalu

Sejumlah pejalan kaki tampak nekat melewati pagar yang sengaja dilubangi di kawasan Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur, demi menghindari penggunaan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). (Sumber: CNN Indonesia | Berita Terkini Nasional)

JAKARTA – Warga di kawasan Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur, terpantau lebih memilih untuk melewati lubang di pagar pembatas yang rusak atau pagar bolong demi menyeberang jalan dan area rel dibandingkan menggunakan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) pada hari ini karena dinilai lebih praktis, meskipun tindakan tersebut sangat berisiko bagi keselamatan nyawa mereka.

Fenomena pagar bolong di Stasiun Jatinegara ini kembali menjadi sorotan tajam bagi pengguna jalan dan pihak berwenang. Banyak warga yang tertangkap kamera lebih memilih merayap atau menyelinap melalui lubang sempit di pagar besi tersebut daripada menaiki anak tangga JPO yang sebenarnya sudah berdiri kokoh tidak jauh dari lokasi lubang tersebut.

Padahal, fasilitas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) sudah disediakan secara permanen oleh pemerintah untuk menjamin keamanan para pejalan kaki dari arus lalu lintas yang padat serta aktivitas kereta api yang tinggi di wilayah tersebut. Namun, realita di lapangan menunjukkan kesadaran akan keselamatan masih kalah oleh keinginan untuk mencari jalan pintas.

“Ya kalau lewat sini lebih cepat, tidak perlu capek-capek naik tangga JPO yang tinggi. Memang berisiko, tapi ya sudah biasa,” ujar salah seorang warga yang melintas di lokasi lubang pagar tersebut tanpa menyebutkan namanya secara detail.

Kondisi pagar pembatas yang bolong ini sejatinya sudah sering diperbaiki oleh pihak terkait. Namun, tak berselang lama setelah diperbaiki, pagar tersebut kembali dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab agar bisa dilalui kembali sebagai jalur tikus. Lubang tersebut memiliki diameter yang cukup untuk dilewati satu orang dewasa secara bergantian, sehingga kerap memicu antrean warga di pinggir jalan yang berbahaya.

Alasan efisiensi waktu dan keengganan untuk mengeluarkan tenaga lebih menjadi alasan utama mengapa warga tetap nekat memilih jalur berbahaya ini. Meskipun mereka menyadari bahwa maut bisa mengancam kapan saja, terutama saat kendaraan melaju kencang di ruas jalan Jatinegara tersebut.

“Lebih praktis lewat lubang pagar ini daripada harus jalan memutar cukup jauh ke arah JPO. Harusnya memang diperketat lagi penjagaannya agar tidak ada yang merusak pagar,” kata warga lainnya, Budi, saat memberikan komentarnya mengenai situasi di sekitar stasiun.

Pihak otoritas dan petugas keamanan setempat terus mengimbau agar masyarakat senantiasa mengutamakan keselamatan diri dengan menggunakan fasilitas penyeberangan resmi. Penggunaan JPO sangat ditekankan demi menghindari potensi kecelakaan fatal yang dapat merugikan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya di kawasan sibuk Jatinegara.

Tag

MORE