Arus Publik

Respons Resmi TNI AD: Anggota Pramuka Garuda Tetap Harus Ikut Seleksi Masuk TNI-Polri

by:
Lisa
1 bulan yang lalu

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Kristomei Sianturi saat memberikan penjelasan terkait prosedur seleksi TNI AD bagi pemegang sertifikat Pramuka Garuda. (Sumber: CNN Indonesia | Berita Terkini Nasional)

JAKARTA – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Kristomei Sianturi memberikan tanggapan resmi di Jakarta terkait isu viral yang menyebutkan bahwa anggota Pramuka Garuda bisa mendaftar menjadi anggota TNI maupun Polri tanpa melalui proses tes, guna meluruskan persepsi masyarakat mengenai prosedur seleksi prajurit yang sebenarnya.

TNI Angkatan Darat (AD) menegaskan proses seleksi tetap dilakukan sekalipun seseorang memegang sertifikat Pramuka Garuda. Hal ini disampaikan untuk merespons kabar yang beredar di media sosial mengenai adanya keistimewaan bagi anggota Pramuka dengan tingkatan tertinggi tersebut dalam proses rekrutmen abdi negara.

Kadispenad Brigjen TNI Kristomei Sianturi menjelaskan bahwa pada dasarnya setiap warga negara Indonesia memiliki hak yang sama untuk mendaftarkan diri. Namun, seluruh calon prajurit tetap diwajibkan mengikuti serangkaian tahapan seleksi yang telah ditetapkan oleh institusi, tanpa terkecuali bagi para pemegang sertifikat Pramuka Garuda.

“Pramuka Garuda adalah prestasi, tentu itu menjadi nilai tambah atau poin plus dalam penilaian nantinya, namun bukan berarti tanpa tes atau bebas tes sama sekali,” ujar Kristomei saat dikonfirmasi mengenai prosedur rekrutmen tersebut.

Ia menambahkan bahwa dalam sistem rekrutmen TNI, setiap prestasi non-akademik maupun prestasi organisasi seperti Pramuka Garuda akan menjadi bahan pertimbangan positif bagi tim penguji. Sertifikat tersebut dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi calon prajurit saat bersaing dengan pendaftar lainnya dalam aspek penilaian kepribadian atau prestasi.

“Jadi, kami tetap mengacu pada ketentuan seleksi yang ada. Tidak ada jalur khusus yang membebaskan peserta dari seluruh rangkaian tes hanya karena memiliki sertifikat tertentu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kristomei mengingatkan para calon pelamar agar tetap mempersiapkan diri dengan maksimal, baik dari segi fisik, kesehatan, maupun mental ideologi. Menurutnya, standar tinggi yang ditetapkan TNI bertujuan untuk menghasilkan prajurit yang tangguh dan profesional dalam menjalankan tugas pertahanan negara.

Pihak TNI AD juga mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi terkait rekrutmen melalui kanal resmi TNI AD agar tidak terjebak dalam disinformasi yang merugikan. Pengakuan terhadap prestasi kepramukaan memang ada, namun mekanisme seleksi yang transparan dan akuntabel tetap menjadi prioritas utama dalam setiap proses penerimaan anggota baru.

Tag

MORE