Arus Publik

Suku Dayak Masuk TNI: Prabowo Beri Privilege Khusus Tato dan Tinggi Badan

3 minggu yang lalu

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat memberikan keterangan mengenai kebijakan rekrutmen khusus bagi Suku Dayak pedalaman untuk bergabung dengan TNI. (Sumber: CNN Indonesia | Berita Terkini Nasional)

PONTIANAK – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan arahan khusus bagi warga Suku Dayak pedalaman di Kalimantan untuk bergabung menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan memberikan penyesuaian syarat atau privilege khusus terkait penggunaan tato dan standar tinggi badan dalam kunjungan kerjanya di Pontianak baru-baru ini. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi adat sekaligus membuka ruang pengabdian yang lebih luas bagi putra daerah di wilayah perbatasan dan pedalaman guna memperkuat pertahanan negara.

Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Panglima TNI serta para Kepala Staf angkatan agar persyaratan rekrutmen bagi pemuda dari suku-suku pedalaman, khususnya Dayak, tidak disamakan dengan calon prajurit dari wilayah perkotaan. Menurutnya, karakteristik fisik dan budaya lokal harus menjadi pertimbangan utama dalam proses seleksi.

“Saya sudah bicara dengan Panglima TNI dan para Kepala Staf, kita harus memberi kemudahan bagi putra-putri Dayak untuk masuk TNI. Kita harus menyesuaikan syarat-syaratnya,” ujar Prabowo Subianto dalam sambutannya di hadapan masyarakat Dayak.

Salah satu poin utama yang ditekankan adalah mengenai penggunaan tato. Dalam aturan militer umum, tato seringkali menjadi penghambat calon prajurit untuk lolos seleksi. Namun, Prabowo menyadari bahwa bagi masyarakat Suku Dayak, tato bukan sekadar hiasan tubuh, melainkan identitas budaya dan simbol status sosial yang telah diwariskan turun-temurun.

“Tato itu adalah budaya, itu adalah tradisi. Kalau syaratnya tidak boleh bertato, ya banyak yang tidak bisa masuk. Jadi saya minta itu ditiadakan untuk suku-suku tertentu yang memang memiliki tradisi bertato sejak nenek moyang mereka,” jelas Prabowo diiringi tepuk tangan meriah dari warga yang hadir.

Selain masalah tato, penyesuaian juga dilakukan pada kriteria tinggi badan. Prabowo menilai bahwa keberanian dan ketangguhan seorang prajurit tidak hanya diukur dari sentimeter tinggi badan, melainkan dari semangat dan loyalitas terhadap NKRI. Ia memahami bahwa warga pedalaman memiliki keunggulan dalam penguasaan medan hutan yang sangat dibutuhkan oleh TNI.

“Masalah tinggi badan juga, yang penting dia sehat dan berani. Kita butuh orang-orang yang tahu medan, orang-orang yang kuat di hutan, dan itu ada pada saudara-saudara kita di pedalaman Kalimantan,” tambah Menhan.

Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah keterwakilan putra daerah dalam struktur TNI, sehingga mereka dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan wilayahnya sendiri. Prabowo berharap dengan adanya privilege ini, pemuda Dayak tidak lagi ragu untuk mendaftarkan diri dan mengabdi kepada negara melalui jalur militer.

Prabowo menginstruksikan jajaran terkait untuk segera mensosialisasikan aturan baru ini agar implementasinya di lapangan dapat berjalan lancar. Penyesuaian ini dipandang sebagai langkah progresif dalam memodernisasi cara pandang rekrutmen TNI yang lebih inklusif terhadap keberagaman budaya di Indonesia.

Tag

MORE