PONTIANAK – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara langsung meminta laporan mendalam mengenai situasi dan kondisi terkini terkait bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan Barat saat tiba di Kota Pontianak pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Kunjungan kerja ini dilakukan Presiden Prabowo untuk meninjau lokasi secara langsung serta memberikan instruksi strategis kepada jajaran pimpinan kementerian, lembaga pusat, dan pemerintah daerah yang berkumpul di Posko Penanganan Karhutla di Kalimantan.
Setibanya di Pontianak, Kalimantan Barat, Presiden Prabowo Subianto turun dari pesawat untuk memulai agenda peninjauan tersebut. Dalam rangkaian acara, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengawali pertemuan dengan mempersilakan Presiden Prabowo untuk memberikan arahan kepada seluruh jajaran yang hadir, baik dari tingkat pusat maupun daerah.
"Yang terhormat Bapak Presiden, pada hari ini Sabtu, 22 Agustus 2026, telah hadir 8 pimpinan kementerian/lembaga dari pusat, kemudian 10 pimpinan pemerintah daerah–Gubernur, Kapolda, Pangdam, Basarnas, BMKG, BNPB dari daerah di Posko Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan," kata Teddy, sebagaimana dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (22/8).
Teddy menambahkan informasi mengenai lokasi pertemuan tersebut guna memastikan koordinasi berjalan sesuai rencana. "Saat ini, kita berada di Pontianak, Kalimantan Barat. Selanjutnya, dimohon kepada Bapak Presiden memberikan instruksi dan arahan," lanjutnya dalam kesempatan tersebut.
Di sisi lain, upaya pemadaman terus dilakukan oleh petugas di lapangan. BPBD bersama relawan dan pemadam kebakaran (damkar) terpantau masih terus melakukan proses pemadaman serta pendinginan di sejumlah titik lokasi karhutla yang dapat dijangkau, termasuk di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, pada Rabu (19/8) sebelumnya.
Menanggapi laporan awal, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kehadirannya bertujuan untuk memvalidasi data dengan fakta di lapangan. Ia pun segera meminta paparan mendalam mengenai situasi terkini dari pihak-pihak terkait yang bertanggung jawab dalam penanganan bencana tersebut.
"Baik, terima kasih saudara-saudara sekalian. Saya datang untuk melihat keadaan setempat yang nyata. Nah, sekarang saya minta siapa yang bisa kasih saya presentasi tentang situasi," tegas Prabowo saat memulai arahannya.
Merespons permintaan Presiden, Tenaga Ahli Kepala BNPB, Brigjen TNI (Purn) Asrianus Bulo, kemudian tampil untuk menyampaikan laporan komprehensif. Asrianus Bulo hadir mewakili Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto yang saat ini masih bertugas di Nusa Tenggara Timur (NTT) guna memimpin penanganan bencana gempa bumi di wilayah tersebut.
"Mohon izin kami memberikan paparan tentang penanganan Karhutla di Kalimantan Barat. Mohon maaf, Bapak Kepala BNPB masih di NTT," ujar Bulo di hadapan Presiden Prabowo, yang kemudian dilanjutkan dengan presentasi detail mengenai situasi terkini karhutla di wilayah Kalimantan Barat.
Dalam kunjungan penting ini, Presiden Prabowo Subianto turut didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Tag






