Arus Publik

Pedagang Kopi 61 Tahun di Jakut Ditipu Modus Habis Bensin, Motor Raib Dibawa Kabur

4 minggu yang lalu

Seorang pedagang kopi berusia 61 tahun di Jakarta Utara menjadi korban penipuan motor dengan modus pura-pura kehabisan bensin. (Sumber: Berita - Detikcom)

JAKARTA UTARA – JAKARTA UTARA – Nasib malang menimpa seorang pedagang kopi berusia 61 tahun di wilayah Jakarta Utara yang menjadi korban penipuan oleh seorang pria tak dikenal baru-baru ini. Korban kehilangan sepeda motor miliknya setelah dipinjam oleh pelaku yang melancarkan aksi licik dengan dalih kehabisan bensin sehingga memerlukan bantuan mendesak.

Peristiwa ini bermula ketika pelaku mendekati korban yang sedang berjualan kopi. Pelaku mengarang cerita bahwa kendaraannya mogok karena kehabisan bahan bakar dan meminta belas kasihan korban untuk meminjamkan motor. Pelaku beralasan ingin pergi ke SPBU terdekat untuk membeli bensin agar kendaraannya bisa kembali berjalan.

Karena merasa iba terhadap pria tersebut, pedagang kopi yang sudah lanjut usia itu kemudian memberikan kunci sepeda motornya. Namun, setelah menunggu dalam waktu yang lama, pelaku tidak kunjung kembali ke lokasi. Korban baru menyadari bahwa dirinya telah menjadi target tindak pidana penipuan setelah motornya benar-benar raib dibawa kabur oleh orang asing tersebut.

Pihak kepolisian setempat segera merespons laporan dari korban untuk menindaklanjuti kejadian yang meresahkan ini. Upaya pengumpulan informasi dan pencarian pelaku terus dilakukan oleh tim di lapangan untuk mengungkap identitas pria yang melakukan penipuan tersebut.

Saat ini, aparat penegak hukum sedang mendalami keterangan saksi dan alat bukti yang tersedia di sekitar tempat kejadian perkara. Terkait penanganan kasus ini, pihak berwenang memberikan konfirmasi resmi mengenai langkah yang sedang diambil. “Polisi menyelidiki kasus ini,” ungkap pihak kepolisian guna menegaskan bahwa proses hukum sedang berjalan.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan serupa yang menyasar empati seseorang. Warga diminta untuk tidak mudah meminjamkan kendaraan pribadi kepada orang yang tidak dikenal meskipun dengan alasan keadaan darurat sekalipun.

Tag

MORE