JAKARTA PUSAT – Insiden kebakaran hebat melanda kawasan pemukiman padat penduduk di Jalan Kebon Jahe Kokol, Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, pada Rabu malam, yang mengakibatkan sedikitnya 114 rumah hangus terbakar hingga rata dengan tanah dan memaksa ratusan warga kehilangan tempat tinggal mereka dalam sekejap.
Suasana pilu menyelimuti lokasi kejadian saat api perlahan mulai padam. Banyak warga yang tak kuasa menahan tangis melihat bangunan tempat mereka bernaung selama puluhan tahun kini hanya menyisakan puing dan arang. Di tengah hiruk-pikuk evakuasi, terdengar rintihan kesedihan dari para penghuni yang lemas tak berdaya.
“Mak jangan nangis, sabar Mak,” ucap salah seorang anak berusaha menenangkan ibunya yang histeris di lokasi pengungsian sementara. Ungkapan tersebut menjadi gambaran betapa dalamnya duka yang dirasakan warga Gambir malam itu.
Deka, salah satu warga terdampak, menceritakan pengalaman pahitnya saat api mulai menjalar dengan sangat cepat ke arah rumahnya. Ia mengaku lemas dan tak sempat menyelamatkan banyak barang berharga karena situasi yang sangat mencekam.
“Pas kejadian saya panik banget. Api itu langsung besar di atas plafon. Saya cuma kepikiran selamatin nyawa dulu, barang-barang sudah nggak tahu lagi nasibnya gimana,” ujar Deka dengan suara bergetar menceritakan kronologi kejadian.
Hal senada juga dirasakan oleh Upi, warga lainnya yang juga harus merelakan rumahnya dilalap si jago merah. Upi mengaku sangat terpukul karena tidak menyangka rumah yang ia tinggali akan musnah begitu saja dalam hitungan jam.
“Lemas banget rasanya, kaki sampai gemetar lihat api membubung tinggi. Nggak ada yang bisa diselamatkan, cuma baju di badan saja. Semua habis terbakar,” ungkap Upi dengan mata berkaca-kaca saat berbagi pengalaman pahitnya.
Berdasarkan data sementara di lapangan, kebakaran ini melanda setidaknya 114 rumah di empat RT yang berada di wilayah tersebut. Petugas pemadam kebakaran mengerahkan puluhan unit mobil pemadam untuk menjinakkan api agar tidak merembet lebih luas ke gedung-gedung pemerintahan di sekitarnya.
Kini, ratusan jiwa terpaksa mengungsi di beberapa titik pengungsian yang disediakan pemerintah setempat, termasuk di kantor wali kota dan masjid terdekat. Warga berharap adanya bantuan segera berupa pakaian, makanan, dan obat-obatan untuk menunjang kebutuhan mereka selama di pengungsian.
Tag






