PASURUAN – Kawasan wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, terpaksa ditutup total sejak Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terus meluas hingga Senin (10/8/2026). Langkah tegas ini diambil oleh Balai Besar TNBTS guna menjamin keselamatan para wisatawan sekaligus memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi petugas gabungan dalam menangani titik api yang masih berkembang di sejumlah lokasi strategis.
Kondisi kebakaran lahan hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Senin (10/8/2026) menunjukkan situasi yang masih memprihatinkan. Sejumlah area di sekitar jalur wisata utama terpantau masih terdampak langsung oleh kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan konservasi tersebut.
Pihak Balai Besar TNBTS telah secara resmi menutup seluruh akses masuk menuju kawasan wisata Bromo sejak hari Sabtu (8/8/2026) tepat pada pukul 22.00 WIB. Penutupan akses wisata ini dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan demi menjaga keselamatan wisatawan agar terhindar dari risiko api dan asap, sekaligus memberikan ruang bagi petugas di lapangan dalam upaya penanganan kebakaran yang saat ini masih terus berkembang di sejumlah titik lokasi.
Di sisi lain, Pemerintah juga terus melakukan berbagai upaya maksimal untuk menangani kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Menko Polkam menyebutkan bahwa hingga awal Agustus 2026, luas hutan yang terbakar di tanah air secara akumulatif telah mencapai sekitar 107 ribu hektare.
Sebagai bentuk keseriusan dalam penanggulangan bencana ini, Pemerintah telah melakukan operasi udara besar-besaran dengan mengerahkan kekuatan penuh. Tercatat sekitar 43 unit helikopter dan 15 pesawat jenis fixed wing telah diterjunkan ke titik-titik kebakaran untuk melakukan proses pemadaman dan pemantauan dari udara.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan bahwa pemerintah hingga kini terus berkoordinasi secara intensif untuk mencegah agar kobaran api tidak semakin meluas ke area lainnya. Beliau menegaskan bahwa seluruh kementerian dan lembaga terkait bekerja sama secara sinergis dalam menangani krisis lingkungan ini.
Selain upaya pemadaman darat dan udara, Pemerintah juga melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Langkah ini dipersiapkan sebagai salah satu upaya strategis untuk membantu proses penanganan karhutla melalui teknologi hujan buatan di wilayah-wilayah terdampak parah.
Presiden Prabowo Subianto pun disebut telah memberikan perhatian besar dan instruksi khusus terhadap kondisi karhutla yang terjadi saat ini. Sebagai tindak lanjut dari atensi Presiden, jajaran pemerintah terus mengerahkan personel tambahan serta berbagai peralatan teknis untuk membantu proses percepatan pemadaman api di sejumlah wilayah agar situasi segera terkendali.
Sementara itu, suasana kawasan Gunung Bromo saat ini terpantau sunyi tanpa adanya pengunjung di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), khususnya di wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Senin (10/8/2026). Penutupan akses wisata ini menjadi langkah krusial di tengah upaya keras pemerintah dalam memadamkan api yang melahap kekayaan alam di Jawa Timur tersebut.
Tag







