SEMARANG – Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, memberikan perhatian serius dengan mendesak serta mendukung pengusutan transparan atas kasus kematian Sutrimo yang terjadi di Semarang baru-baru ini. Langkah tegas ini diambil Habiburokhman karena adanya laporan mengenai kondisi fisik korban yang dinilai sangat mencurigakan, sehingga memerlukan penyelidikan mendalam untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran prosedur atau unsur kekerasan dalam kejadian tersebut.
Habiburokhman menegaskan bahwa setiap nyawa warga negara sangat berharga, terlebih ketika seseorang berada dalam penanganan aparat penegak hukum. Transparansi dalam proses penyelidikan menjadi kunci utama untuk menjaga integritas institusi kepolisian di mata masyarakat luas.
Dalam memberikan pernyataan resminya terkait insiden ini, Habiburokhman menyampaikan poin-poin krusial yang harus segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang. Beliau menegaskan posisi lembaga legislatif dalam mengawal kasus ini agar tidak ada informasi yang ditutup-tutupi.
“Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mendukung pengusutan transparan kasus kematian Sutrimo,” tegasnya saat menanggapi perkembangan kasus tersebut kepada awak media.
Selain mendukung proses hukum yang sedang berjalan, politisi partai Gerindra ini juga menaruh perhatian besar pada detail kondisi jenazah korban. Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat kejanggalan-kejanggalan yang dirasakan oleh pihak keluarga maupun saksi lainnya mengenai keadaan fisik Sutrimo sebelum meninggal dunia.
Lebih lanjut, dalam keterangannya, disebutkan bahwa “Ia soroti kondisi korban yang mencurigakan,” yang menjadi alasan kuat mengapa pengusutan ini tidak boleh dilakukan secara setengah-setengah.
Habiburokhman berharap pihak kepolisian, khususnya Propam dan penyidik terkait, dapat bekerja secara profesional dan memberikan penjelasan yang masuk akal kepada publik. Hal ini penting untuk memastikan bahwa supremasi hukum tetap tegak dan memberikan rasa keadilan bagi keluarga almarhum Sutrimo.
Tag






