JAKARTA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menekankan tiga prioritas utama dalam pengelolaan Sekolah Rakyat saat memberikan arahan strategis di Jakarta baru-baru ini guna memastikan fasilitas pendidikan tersebut dapat berfungsi optimal sebagai aset negara yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Dalam penyampaiannya, Gus Ipul menggarisbawahi bahwa pengelolaan lembaga pendidikan seperti sekolah rakyat tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Menurutnya, ada tanggung jawab besar yang menyertai pemanfaatan fasilitas publik, terutama yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia.
Beliau menyampaikan pesan mendalam mengenai bagaimana seharusnya pengelola dan pengguna sekolah bersikap. Dalam kutipan resminya, “Gus Ipul menekankan pentingnya membangun budaya disiplin dan kepedulian terhadap fasilitas sekolah rakyat yang merupakan aset negara,” ujar beliau dengan tegas di hadapan para pemangku kepentingan.
Prioritas pertama yang ditekankan adalah pembentukan karakter melalui disiplin. Gus Ipul meyakini bahwa tanpa disiplin yang kuat, proses belajar mengajar tidak akan mencapai hasil maksimal. Budaya ini harus diterapkan oleh semua pihak, mulai dari tenaga pengajar hingga para siswa.
Selanjutnya, aspek pemeliharaan sarana dan prasarana menjadi prioritas kedua yang tidak kalah penting. Kepedulian terhadap fasilitas fisik sekolah bukan hanya soal kebersihan, melainkan bentuk penghormatan terhadap kekayaan negara yang telah dialokasikan untuk kepentingan rakyat.
Terakhir, Gus Ipul mengingatkan bahwa setiap elemen di dalam sekolah rakyat harus merasa memiliki. Dengan menganggap sekolah sebagai aset negara yang harus dijaga bersama, diharapkan fasilitas tersebut memiliki usia pakai yang panjang dan tetap dalam kondisi prima untuk melayani generasi-generasi mendatang.
Tag






