Arus Terkini

Gunung Ibu di Halmahera Barat Erupsi Berulang, Status Level II Waspada

1 bulan yang lalu

Kondisi erupsi Gunung Ibu di Halmahera Barat yang mengeluarkan kolom abu vulkanik dengan tinggi mencapai 1000 meter di atas puncak. (Sumber: CNN Indonesia | Berita Terkini Nasional)

HALMAHERA BARAT – Gunung Ibu yang terletak di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik berupa erupsi yang terjadi secara berulang pada periode pengamatan terkini, sehingga pihak berwenang menetapkan status gunung tersebut pada Level II atau Waspada guna mengantisipasi potensi bahaya bagi masyarakat setempat.

Berdasarkan data pengamatan visual dan instrumen, aktivitas vulkanik di gunung api tersebut menunjukkan frekuensi yang cukup tinggi. Kondisi ini membuat petugas terus melakukan pemantauan intensif terhadap setiap perkembangan aktivitas magma yang keluar dari kawah utama.

Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Ibu mengatakan interval erupsi gunung Ibu berkisar antara 30 menit sampai 1 jam sekali dan tinggi kolom abunya 200-1000 meter di atas puncak. Fenomena ini menandakan bahwa suplai energi dari dalam perut gunung masih sangat aktif dan dinamis.

Tinggi kolom abu yang mencapai satu kilometer tersebut terpantau berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang condong mengikuti arah tiupan angin. Hal ini berpotensi menyebabkan hujan abu vulkanik di beberapa wilayah pemukiman yang berada di lereng maupun sekitar kaki Gunung Ibu.

Pihak berwenang mengimbau kepada masyarakat serta wisatawan yang berada di sekitar Gunung Ibu agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius bahaya yang telah ditetapkan. Rekomendasi teknis mencakup larangan masuk dalam radius 2,0 kilometer dan perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara.

Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya terkait aktivitas Gunung Ibu. Jika terjadi hujan abu, warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, masker, serta kacamata guna menghindari dampak negatif kesehatan dari material vulkanik tersebut.

Tag

MORE