SIDOARJO – Sebanyak 875 orang penumpang di Bandara Internasional Juanda dan rute Ambon-Jakarta dilaporkan gagal melakukan perjalanan udara pada hari ini akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang memicu pembatalan sedikitnya 75 jadwal penerbangan demi alasan keamanan operasional.
Aktivitas vulkanik dari Gunung Anak Krakatau kembali memberikan dampak signifikan terhadap sektor transportasi udara di Indonesia. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 875 penumpang terpaksa batal berangkat menuju destinasi mereka akibat sebaran abu vulkanik yang dinilai membahayakan jalur penerbangan.
Kondisi alam ini memaksa otoritas terkait untuk mengambil tindakan tegas guna menjaga keselamatan penumpang dan kru pesawat. Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada penerbangan Ambon-Jakarta dan memicu pembatalan 75 penerbangan di Bandara Juanda.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola bandara dan maskapai terus melakukan koordinasi intensif mengenai perubahan jadwal tersebut. Langkah pembatalan massal ini merupakan prosedur standar keselamatan penerbangan saat terjadi bencana erupsi gunung berapi.
Pihak berwenang menyatakan bahwa situasi ini terus dipantau secara berkala. “Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada penerbangan Ambon-Jakarta dan memicu pembatalan 75 penerbangan di Bandara Juanda,” tegas sumber tersebut saat menjelaskan rincian jumlah penerbangan yang terhenti sementara.
Para penumpang yang terdampak pembatalan kini tengah diarahkan untuk melakukan proses pengembalian dana (refund) atau melakukan penjadwalan ulang penerbangan (reschedule). Otoritas bandara mengimbau calon penumpang agar tetap memantau informasi terkini dari pihak maskapai sebelum menuju ke bandara untuk menghindari penumpukan di terminal keberangkatan.
Tag







