Arus Publik

Demi Sekolah, Anak-anak Santan Ulu Menyeberangi Sungai dengan Cara Ini!

15 jam yang lalu

ARUSBAWAH.CO –  Pagi itu, jari kelingking tangan kanan Ade Fahri Maulana masih tampak lecet.

Luka itu baru didapat beberapa saat sebelumnya, ketika ia menarik sling kereta gantung untuk menyeberangi sungai.

“Kalau yang ini kejepit sling tadi pagi,” kata siswa kelas VI SDN 021 Marangkayu itu sambil memperlihatkan jarinya.

Peristiwa seperti itu bukan yang pertama bagi Ade.

Sejak duduk di bangku kelas I SD, ia sudah terbiasa menggunakan kereta gantung sederhana yang membentang di atas sungai di RT 9 Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kereta itu tidak digerakkan mesin. Agar bergerak ke seberang, penumpangnya harus menarik sendiri tali sling dengan kedua tangan.

Bagi Ade dan delapan anak lainnya di kampung itu, perjalanan menuju sekolah memang dimulai dari sana.

Kereta gantung menjadi akses yang memangkas perjalanan dari sekitar tujuh hingga delapan kilometer menjadi hanya sekitar 350 meter. Tanpa itu, mereka harus memutar cukup jauh sebelum bisa sampai ke sekolah.

Jalur yang Dibangun Warga

Kereta gantung itu berdiri bukan karena proyek pemerintah.

Sekitar enam tahun lalu, warga berinisiatif membangunnya secara swadaya. Tidak adanya jembatan membuat mereka mencari cara agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan.

Aceng Zainudin (48) masih mengingat proses pembangunannya.

Tag

Tag

MORE