MOROWALI – Seorang pemuda bernama Wawan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, meninggal dunia secara tragis setelah menjadi korban pengeroyokan massa di Desa Bahomohoni, Kecamatan Bungku Tengah, akibat tuduhan pencurian sepeda motor yang bermula dari sebuah kesalahpahaman pada akhir Mei 2024 lalu.
Arlan, sang pemilik sepeda motor yang diduga hendak dicuri, memberikan kesaksian mengenai peristiwa sebelum aksi anarkis tersebut terjadi. Saat itu, Arlan mengaku sedang berada di dalam rumah dan sempat melihat keberadaan Wawan di dekat kendaraannya yang terparkir di halaman.
“Saat berada di dalam, pemilik mengaku melihat Wawan menaiki motornya dan mengira hanya akan memperbaiki posisi parkirnya,” tutur saksi dalam laporan kronologi kejadian tersebut. Arlan pada awalnya sama sekali tidak menaruh curiga bahwa kendaraannya akan dibawa lari, mengingat situasi di lingkungan tersebut biasanya kondusif.
Namun, situasi berubah mencekam ketika warga di sekitar lokasi mulai meneriaki Wawan dengan sebutan maling. Teriakan tersebut memicu perhatian warga lain yang kemudian berdatangan ke lokasi dalam jumlah besar dan langsung melakukan pengejaran terhadap pemuda tersebut.
Meskipun pemilik motor belum memberikan konfirmasi atau laporan kehilangan, massa yang sudah tersulut emosi tidak lagi menghiraukan penjelasan. Wawan menjadi bulan-bulanan warga hingga mengalami luka parah di sekujur tubuhnya akibat hantaman benda tumpul dan pukulan bertubi-tubi.
Korban sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Namun, akibat luka-luka fatal yang dialaminya, nyawa pemuda asal Morowali ini tidak dapat tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
Pihak kepolisian dari Polres Morowali kini tengah melakukan penyelidikan mendalam guna mengusut tuntas siapa saja pihak yang memprovokasi massa dan melakukan tindakan main hakim sendiri hingga menghilangkan nyawa orang lain. Polisi menegaskan bahwa tindakan anarkis seperti ini tidak dibenarkan oleh hukum dengan alasan apa pun.
Keluarga korban menuntut keadilan atas peristiwa ini, mengingat adanya dugaan kuat bahwa korban bukan merupakan pelaku kriminal melainkan korban salah paham yang berakhir pada aksi pengeroyokan brutal oleh massa yang tidak bertanggung jawab.
Tag







