AGAM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) secara resmi mendorong warga Kabupaten Agam, Sumatera Barat, untuk bangkit pascabencana melalui pemanfaatan potensi lokal dalam Program Klasterisasi 2026 yang digelar di Huntara Linggai dan wilayah Palembayan guna mempercepat pemulihan ekonomi kerakyatan pada pekan ini.
Program Klasterisasi 2026 dilaksanakan melalui Klaster Olahan Ikan Hasil Danau Maninjau yang dipusatkan di Huntara Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya. Selain itu, program ini juga menyasar sektor perkebunan melalui Klaster Olahan Pinang yang berlokasi di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.
Inisiatif ini merupakan langkah konkret untuk memberikan peluang usaha baru bagi masyarakat terdampak bencana. Melalui pendampingan yang intensif, warga diharapkan mampu mengolah hasil alam yang melimpah di sekitar mereka menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran.
Pihak BNPB menekankan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya soal pembangunan infrastruktur, tetapi juga kemandirian ekonomi. “Kami ingin memastikan bahwa warga tidak hanya mendapatkan bantuan fisik, tetapi juga pendampingan ekonomi agar mereka bisa mandiri kembali melalui potensi yang ada di lingkungan mereka sendiri,” tegas perwakilan BNPB dalam kegiatan tersebut.
Senada dengan hal tersebut, pihak PNM sebagai mitra strategis berkomitmen untuk memberikan akses permodalan dan pelatihan berkelanjutan. Kehadiran Klaster Olahan Ikan di Danau Maninjau dan Klaster Olahan Pinang di Salareh Aia menjadi bukti bahwa sinergi antarlembaga dapat menciptakan ekosistem usaha yang tangguh di tingkat desa.
Program Klasterisasi 2026 ini diharapkan menjadi momentum bagi warga Kabupaten Agam untuk optimis menatap masa depan. Dengan memanfaatkan potensi lokal secara maksimal, masyarakat di Kecamatan Tanjung Raya dan Kecamatan Palembayan kini memiliki landasan ekonomi yang lebih kuat untuk terus tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.
Tag







