LAMPUNG – Keluarga dari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang dilaporkan hilang di kawasan perairan Gunung Anak Krakatau, Lampung, kini berencana untuk melakukan upaya pencarian mandiri setelah tim penyelamat gabungan secara resmi memutuskan untuk menghentikan operasi pencarian di lokasi tersebut. Langkah berani ini diambil oleh pihak keluarga karena mereka masih menaruh harapan besar akan keselamatan para korban yang hilang saat menjalankan tugas di area vulkanik aktif tersebut.
Kabar mengenai penghentian pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal di Gunung Anak Krakatau tersebut memicu reaksi emosional dari para kerabat yang telah menunggu kepastian selama beberapa hari terakhir. Meski prosedur pencarian standar dari pihak berwenang telah selesai dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, namun hal tersebut tidak mematikan semangat keluarga untuk menemukan keberadaan anggota keluarga mereka.
Pihak keluarga menyatakan bahwa mereka tidak bisa hanya berdiam diri menunggu tanpa kepastian lebih lanjut mengenai nasib delapan orang tersebut. Oleh karena itu, koordinasi internal antar keluarga korban mulai dilakukan guna menyusun strategi penyisiran mandiri di area-area yang dinilai masih memungkinkan untuk diperiksa kembali.
“Keluarga tetap berharap dan berencana melakukan pencarian mandiri,” tegas salah satu perwakilan keluarga saat memberikan keterangan terkait keputusan untuk melanjutkan proses pencarian tanpa bantuan tim SAR resmi. Pernyataan ini menjadi landasan kuat bagi mereka untuk menggalang sumber daya yang ada demi menemukan titik terang atas hilangnya lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, rencana pencarian mandiri tersebut tengah dipersiapkan dengan matang, termasuk mengenai penyediaan armada kapal dan koordinasi dengan nelayan setempat yang memahami medan di sekitar Gunung Anak Krakatau. Fokus utama keluarga adalah memastikan bahwa setiap jengkal area yang memungkinkan telah diperiksa secara menyeluruh demi membawa pulang para korban.
Tag






