Arus Terkini

Ace Hasan dan Jusuf Kalla Hadiri GIHES 2026: Pesantren Jadi Kekuatan Global

2 minggu yang lalu

Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily dan Jusuf Kalla saat menghadiri pembukaan Global Islamic Higher Education Summit (GIHES) 2026 di Jakarta. (Sumber: Berita - Detikcom)

JAKARTA – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace Hasan Syadzily bersama Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla secara resmi menghadiri perhelatan Global Islamic Higher Education Summit (GIHES) 2026 di Jakarta guna membahas transformasi strategis pendidikan pesantren sebagai kekuatan utama dalam membangun karakter bangsa dan mempromosikan perdamaian di kancah internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily memberikan penekanan khusus mengenai peran vital lembaga pendidikan tradisional Islam tersebut. Menurutnya, pesantren bukan sekadar tempat menimba ilmu agama, melainkan sebuah instrumen besar yang mampu menjawab tantangan zaman melalui pendidikan yang holistik.

“Pesantren memiliki potensi luar biasa untuk menjadi kekuatan global, tidak hanya dalam aspek pendidikan agama, tetapi juga dalam membangun karakter dan mempromosikan perdamaian dunia,” ujar Ace Hasan Syadzily saat menyampaikan pandangannya di hadapan para tokoh pendidikan dan pemimpin lembaga Islam.

Ace Hasan menambahkan bahwa dukungan terhadap pendidikan holistik di lingkungan pesantren merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan nasional. Ia meyakini bahwa kurikulum pesantren yang menggabungkan nilai-nilai spiritualitas dengan pengetahuan umum akan melahirkan generasi yang memiliki integritas tinggi.

“Pendidikan di pesantren harus didorong agar terus mengedepankan nilai-nilai inklusivitas dan moderasi, sehingga lulusannya mampu menjadi agen perdamaian di tingkat global,” lanjut Ace Hasan menekankan pentingnya peran santri dalam tatanan dunia modern.

Senada dengan hal tersebut, Jusuf Kalla (JK) yang turut hadir dalam acara GIHES 2026 juga memberikan apresiasi terhadap konsistensi pesantren dalam menjaga moralitas bangsa. JK menyoroti pentingnya adaptasi teknologi dan manajemen pendidikan agar pesantren bisa bersaing dengan lembaga pendidikan luar negeri.

“Pendidikan di pesantren harus terus beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan jati dirinya sebagai pusat pendidikan akhlak. Kolaborasi global melalui summit seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Islam kita,” kata Jusuf Kalla dalam pidatonya.

Acara GIHES 2026 ini menjadi momentum penting bagi para pemangku kepentingan untuk merumuskan masa depan pendidikan Islam yang lebih kompetitif. Partisipasi tokoh-tokoh penting seperti Ace Hasan dan Jusuf Kalla menunjukkan komitmen kuat pemerintah dan tokoh nasional dalam menempatkan pesantren sebagai pilar utama dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul secara intelektual dan spiritual.

Tag

MORE