KUPANG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) (Who) melaporkan (What) telah mencatat sebanyak 2.768 gempa bumi susulan yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) (Where) hingga periode terkini (When) pasca terjadinya gempa utama bermagnitudo (M) 7,7 di Laut Flores (Why/How).
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun, frekuensi gempa susulan tersebut menunjukkan dinamika aktivitas tektonik yang masih aktif di wilayah tersebut. Meskipun jumlahnya mencapai ribuan, BMKG menyatakan bahwa kekuatan gempa susulan ini bervariasi dan mayoritas tidak dirasakan oleh masyarakat secara signifikan.
BMKG mencatat sebanyak 2.768 gempa bumi susulan terjadi setelah gempa utama berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penambahan jumlah ini terus dipantau melalui sensor seismik yang tersebar di berbagai titik di wilayah terdampak.
Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyampaikan bahwa tren aktivitas kegempaan di lokasi tersebut masih mengalami pasang surut. Ia menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami sifat gempa susulan yang memang memakan waktu untuk benar-benar mereda.
“Hingga saat ini, BMKG mencatat sebanyak 2.768 gempa bumi susulan terjadi setelah gempa utama berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT),” ungkap Daryono dalam keterangan resminya kepada media.
Terkait kondisi saat ini, Daryono juga menyoroti mengenai pergerakan data kegempaan yang belum sepenuhnya stabil. Meskipun ada kecenderungan menurun, dalam beberapa periode waktu tertentu, frekuensi gempa susulan kembali mengalami sedikit kenaikan secara mendadak.
“Grafik masih fluktuatif,” tambah Daryono singkat mengenai perkembangan terbaru dari aktivitas seismik di zona tersebut.
Daryono menekankan pentingnya kewaspadaan bagi warga yang bermukim di sekitar wilayah pantai dan daerah terdampak. Kendati grafik fluktuatif adalah hal yang wajar dalam proses pelepasan energi gempa besar, monitoring tetap dilakukan secara ketat selama 24 jam penuh.
BMKG kembali mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak termakan oleh berita bohong atau hoaks yang tidak bersumber dari otoritas resmi. Warga diminta untuk tetap memastikan bangunan tempat tinggal mereka dalam kondisi kokoh sebelum beraktivitas secara normal di dalam ruangan.
Laporan mengenai ribuan gempa susulan ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan mitigasi bencana di wilayah NTT yang memang dikenal memiliki kerentanan tektonik yang cukup tinggi.
Tag







