SEMARANG – Peristiwa tragis kebakaran rumah yang melanda kawasan pemukiman di Kedungringin, Kota Semarang, Jawa Tengah, telah mengakibatkan satu orang warga tewas mengenaskan setelah terjebak di dalam kobaran api yang menghanguskan bangunan tersebut pada waktu kejadian. Korban yang diketahui bernama Rohmad Abdul Salam ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh petugas pemadam kebakaran dan warga setempat setelah api berhasil dipadamkan di lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lapangan, insiden kebakaran rumah di Kedungringin, Semarang ini menimpa kediaman milik Rohmad Abdul Salam. Korban diketahui tinggal sendiri di rumah tersebut tanpa ada anggota keluarga lain yang menemani saat musibah kebakaran terjadi, sehingga tidak ada yang memberikan pertolongan pertama ketika api mulai membesar.
Kondisi korban yang tinggal sendirian diperparah dengan informasi mengenai keadaan kesehatan mentalnya yang kurang stabil. Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa Rohmad Abdul Salam merupakan seorang individu yang memiliki kebutuhan khusus dalam hal kesehatan jiwanya. “Korban, Rohmad Abdul Salam, tinggal sendiri dan memiliki gangguan jiwa,” ujar narasumber di lokasi kejadian yang menjelaskan latar belakang kondisi korban sebelum peristiwa memilukan tersebut terjadi.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti dari kebakaran rumah di Kedungringin tersebut masih dalam penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian setempat. Namun, dugaan sementara mengarah pada keterbatasan kemampuan korban untuk menyelamatkan diri saat api mulai menyulut bagian dalam rumah, mengingat kondisinya yang sedang mengalami gangguan kejiwaan dan tinggal tanpa pengawasan.
Jenazah korban saat ini telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk menjalani proses autopsi dan identifikasi lebih lanjut sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga sekitar akan pentingnya pengawasan terhadap anggota keluarga atau tetangga yang memiliki keterbatasan agar musibah serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Tag







